Tuesday, February 19, 2008

Ayat Cinta


Jika cinta keduanya tidak berlandaskan ketakwaan kepada ALLOH maka keduanya bisa saling bermusuhan kelak di akhirat. Apalagi jika cinta keduanya justru menyebabkan terjadinya perbuatan maksiat baik kecil maupun besar. Tentu kelak mereka berdua akan bertengkar di akhirat. Seseorang yang mencintai kekasihnya sering melakukan apa saja demi kekasihnya. Tak perduli pada apa pun juga. Terkadang juga tidak perduli pada pertimbangan dosa atau tidak dosa. Jika yang dilakukan adalah dosa tentu akan menyebabkan keduanya akan bermusuhan kelak di akhirat. Sebab mereka berseteru dihadapan pengadilan ALLOH swt.

Inilah yang diperingatkan ALLOH swt dalam surat Az Zuhruf ayat 67 : "Orang-orang yang akrab saling kasih mengasihi, pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa"

Maukah kalian jika sekarang kalian dan suami/istri saling menyayangi dan saling mencintai kelak diakhirat justru menjadi musuh dan seteru???

"Kutipan dari novel ayat-ayat cinta"

Tuesday, January 15, 2008

Mimpi


mengenai mimpi, telah bersabda Rasulullah saw jika kita bermimpi maka mintalah kepada Allah kebaikannya, dan berlindunglah dari Allah akan mudharratnya.

Tuesday, September 25, 2007

Cerita Dari Imam Syafi'i


Subhanalloh...

Pada suatu ketika imam syafi'i harus menghadiri majelis yang cukup jauh dari rumahnya, dan untuk sampai ke majelis tersebut beliau harus menyeberangi sungai. Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya imam syafi'i sampai ke majelis tersebut. Bersegeralah beliau membuka kitab yang memang sudah cukup lama tidak dibukanya, namun ketika sudah dibuka, dilihatnya kitab tersebut sudah dipenuhi oleh semut. Kemudian dengan serta merta imam syafi'i menunda majelis tersebut karena beliau hendak mengantarkan para semut itu kembali ke tempatnya (dirumah beliau) karena khawatir semut-semut tersebut akan terpisah dari para keluarganya.

Wallohu'alam,
Kajian ramadhan dzuhur, Graha XL

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Tuesday, May 29, 2007

Kematian


Sudah 2 pekan ini ane menghadiri liqo dengan pembahasan tentang dzikrul maut, membahas dari mulai adab terhadap yang sakit dan rencananya akan ada praktek pengurusan jenazah...

Minggu depan inshaALLOH praktek akan dilakukan, untuk praktek ini dibutuhkan seorang yang bersedia menjadi mayit untuk praktek dan ane mengajukan diri.

Memang sudah cukup lama ane kerap kali memikirkan tentang kematian, rasa takut yang terus mendera apalagi jika menjelang tidur,.. Bukan takut akan saat kematian tapi takut akan kehidupan setelah kematian yang akan ane jalanin.

Entah seperti apa kelak ane akan menjalaninya, dengan rahmat ALLOH kah atau dengan murka-NYA... Astaghfirulloh...

Friday, May 18, 2007

Udah Lama

Udah lama blog ini ga ane isi, ane diemin begitu aja,. Ane jadi inget... blog ini adalah cerminan semangat ane untuk kembali bangkit berdakwah, ane udah ber azzam untuk kembali... Yah kalau inget dulu waktu ane masih aktif dakwah, hati ini rasanya tenang, tapi lama-lama seiring semakin banyaknya kegiatan dan waktu yang tersita, maka dakwah ane lama-lama redup dan hampir mati,. sedih rasanya..

Ya ALLOH jangan kau buat keras hati ini, dengan segala kemalasan ane untuk bangkit menimba ilmu agama-MU serta mensyiarkannya...

Buat temen2 yang kaya ane, jangan pernah melenakan perasaan seperti ane yah, males, males dan malesssss... itu bujuk rayu syaiton..

Ane jadi malu sendiri sekarang kalau berharap masuk surga, atau kalau ane minta tolong sama ALLOH... sedang ane aje kaya begini, jarang-jarang inget sama ALLOH.

ENGKAU yang Maha membolak balikan hati, tetapkan hati ane dalam agama-MU
Jadi inget sama nasyid Izis..

"Tuhan kuseretkan langkahku, hasung dosa kan kulebur..
Ku hapus dosa ku hempas nista, izinkan aku kembali......."

:(

Tuesday, April 17, 2007

Mengakhirkan dan Meninggalkan Sholat


Dikutip dari Kitab Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr Al-Jufri

Saudara-saudara Rahimakumullah, ketahuilah bahwa sesungguhnya bencana yang dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian masyarakat kita pada Sholat Lima Waktu, Sholat Jum'at dan Sholat Berjamaah, padahal semua itu adalah ibadah-ibadah yang dengannya Allah meninggikan derajat dan menghapuskan dosa-dosa maksiat. Dan sholat adalah cara ibadah seluruh penghuni bumi dan langit.

Rasulullah SAW bersabda: "Langit merintih dan memang ia pantas merintih, karena pada setiap tempat untuk berpijak terdapat malaikat yang bersujud atau berdiri (sholat) kepada Allah Azza Wa Jalla." (HR. Imam Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya.

Dengarkanlah nasihatku tentang nasib orang yang meninggalkan sholat, baik semasa hidup maupun setelah meninggal. Sesungguhnya Allah merahmati orang yang mendengarkan nasihat kemudian memperhatikan dan mengamalkannya.

Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya sholat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa', 4:103)

Abu Hurairah RA meriwayatkan, "Setelah Isya' aku bersama Umar bin Khattab RA pergi ke rumah Abu Bakar AsShiddiq RA untuk suatu keperluan. Sewaktu melewati pintu rumah Rasulullah SAW, kami mendengar suara rintihan. Kami pun terhenyak dan berhenti sejenak. Kami dengar beliau menangis dan meratap."

"Ahh..., andaikan saja aku dapat hidup terus untuk melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap sholat. Ahh..., aku sungguh menyesali umatku."

"Wahai Abu Hurairah, mari kita ketuk pintu ini," kata Umar RA. Umar kemudian mengetuk pintu. "Siapa?" tanya Aisyah RA. "Aku bersama Abu Hurairah."

Kami meminta izin untuk masuk dan ia mengizinkannya. Setelah masuk, kami lihat Rasulullah SAW sedang bersujud dan menangis sedih, beliau berkata dalam sujudnya:

"Duhai Tuhanku, Engkau adalah Waliku bagi umatku, maka perlakukan mereka sesuai sifat-Mu dan jangan perlakukan mereka sesuai perbuatan mereka."

"Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Apa gerangan yang terjadi, mengapa engkau begitu sedih?"

"Wahai Umar, dalam perjalananku ke rumah Aisyah sehabis mengerjakan sholat di mesjid, Jibril mendatangiku dan berkata, "Wahai Muhammad, Allah Yang Maha Benar mengucapkan salam kepadamu," kemudian ia berkata, "Bacalah!"

"Apa yang harus kubaca?"

"Bacalah: "Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan." (QS. Maryam, 19:59)

"Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan mengabaikan sholat?"

"Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan sholat, mengakhirkan sholat (hingga keluar dari waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka satu dinar (uang) lebih berharga daripada sholat." Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA.

Abu Darda` berkata, "Hamba Allah yang terbaik adalah yang memperhatikan matahari, bulan dan awan untuk berdzikir kepada Allah, yakni untuk mengerjakan sholat."

Diriwayatkan pula bahwa amal yang pertama kali diperhatikan oleh Allah adalah sholat. Jika sholat seseorang cacat, maka seluruh amalnya akan ditolak.

Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Abu Hurairah, perintahkanlah keluargamu untuk sholat, karena Allah akan memberimu rezeki dari arah yang tidak pernah kamu duga."

Atha' Al-Khurasaniy berkata, "Sekali saja seorang hamba bersujud kepada Allah di suatu tempat di bumi, maka tempat itu akan menjadi saksinya kelak di hari kiamat. Dan ketika meninggal dunia tempat sujud itu akan menangisinya."

Rasulullah SAW bersabda: "Sholat adalah tiang agama, barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa merobohkannya, maka ia telah merobohkan agama." (HR. Imam Baihaqi)

"Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka ia telah kafir." (HR. Bazzar dari Abu Darda`), kafir yang dimaksud disini adalah ingkar terhadap perintah Allah karena perbuatan orang kafir adalah tidak pernah shalat. Dalam Shahih Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah saw bersabda yang membedakan antara orang beriman dengan orang kafir adalah shalat. Maka maukah kita disamakan dengan orang kafir, padahal Rasulullah saw bersabda"Barang siapa mengikuti kebiasaan suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut". Orang2 kafir adalah orang yang tidak pernah shalat, maukah kita termasuk golongan mereka.

"Barang siapa bertemu Allah sedang ia mengabaikan sholat, maka Allah sama sekali tidak akan mempedulikan kebaikannya." (HR. Thabrani)

"Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka terlepas sudah darinya jaminan Muhammad." (HR. Imam Ahmad dan Baihaqi)

"Allah telah mewajibkan sholat lima waktu kepada hamba-Nya. Barang siapa menunaikan sholat pada waktunya, maka di hari kiamat, sholat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya. Dan barang siapa mengabaikannya, maka ia akan dikumpulkan bersama Firaun dan Haman." (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad) .

*Wasiat ini mudah-mudahan sangat bermanfaat buat kita semuanya umat Islam. Tugas kita semua untuk saling mengingatkan sesama Muslim akan pentingnya Sholat!

smoga bermanfaat,
amy@mca.co.id

Copy paste dari www.dudung.net :P

Friday, April 13, 2007

Dialah Maha Penjamin Rizki

Oleh KH. Abdullah Gymnastiar

Sungguh ALLOH adalah Dzat yang Mahasempurna segala-galanya. Sangat pasti tiada celah kekurangan pada Dzat ALLOH walau barang sedikitpun jua. Dia-lah yang Mahapeka terhadap segala kebutuhan, lintasan hati, harapan, dan keinginan hamba-hambanya. Samasekali tidak ada yang luput dalam perhitungan ALLOH, semuanya pasti dengan Mahacermat ALLOH mengetahui-Nya.

Dan hanya Dia-lah ALLOH, satu-satunya Dzat yang kuasa memenuhi segala harapan, menyempurnakan segala nikmat, menghapuskan seluruh dosa, dan menyembunyikan setiap aib.

ALLOH-lah satu-satunya Dzat yang menciptakan lambung, dan ALLOH amat sangat tahu kebutuhan lambung kita. Kapan dibuat lapar, yang berarti kita membutuhkan rizki berupa makanan. Dia-lah ALLOH yang menciptakan rasa lelah sehingga kita harus istirahat, yang berarti kita membutuhkan rizki berupa kantuk, subhanallah. Dia-lah ALLOH yang menciptakan tubuh kita mengeluarkan keringat dan bau-bauan sehingga tidak segar kalau tidak mandi. Ini berarti kita membutuhkan rizki bernama air untuk mandi. Rasanya kalau kita tidak berkeringat dan bersih terus, kita tidak akan butuh air untuk mandi.

Dia-lah ALLOH yang menciptakan suhu yang dingin sehingga kita butuh rizki berupa baju penghangat. Dia-lah ALLOH yang menciptakan hujan deras dan teriknya matahari sehingga kita membutuhkan rizki berupa rumah untuk berteduh, aman dari terpaan panas, aman dari cengkraman dingin. ALLOH ternyata yang membuat segala kebutuhan kita, dan ALLOH-lah satu-satunya yang mampu mencukupi kebutuhan kita, karena Dia-lah yang tahu persis kebutuhan kita. Dia-lah ALLOH pencipta segala jalan sebab sampainya rizki kepada kita.

Sedangkan rizki yang lebih mahal dari semua itu adalah rizki berupa makanan untuk ruhani kita. Tidak cukup kita punya sandang, pangan, dan papan kalau hati kita tidak tentram. Tidak cukup kita punya rumah mewah kalau hati ini tidak tenang. Kita butuh rizki untuk makanan kalbu kita. Kita butuh karunia ALLOH yang membuat kita bisa menikmati episode apapun yang terjadi dalam hidup ini. Kita butuh hidayah, petunjuk jalan, agar jelas kemana tujuan hidup ini.

Jangan-jangan kita melangkah tiap hari, tapi tidak tahu tujuan hidup kita. Lucu! Kita hidup lama, tapi kita tidak mengerti kemana arah tujuan hidup ini. Maka, kita butuh furqan (pembeda) yang hak dan yang batil. Kita butuh taufik yang membuat kita bersemangat dalam beribadah, yang membuat kita ikhlas dalam beramal. Kita butuh hikmah sehingga tersingkap rahasia dibalik setiap kejadian yang ada. Kita butuh ketentraman dari hiruk-pikuk, dari terjadi atau tidak terjadi, atau dari ada dan tiada. Kita butuh rizki untuk memahami aneka kejadian yang terjadi. Kita butuh rizki yang bernama mantapnya keyakinan kepada ALLOH, supaya kita sadar bahwa semua ini bukan milik kita, tapi milik ALLOH. Sungguh, kita butuh rizki berupa keyakinan, karena kalau kia sudah merasa dunia ini milik kita, kita akan takut kehilangan. Kalau kita merasa dunia ini milik seseorang, kita jadi takut tidak kebagian. Kita butuh keyakinan bahwa segalanya milik ALLOH.

Semua ini lebih tinggi dari rizki lahiriah. Sebab, apa artinya makanan enak kalau hati enek. Apa artinya punya rumah luas tapi hatinya sempit. Apa artinya dikasih uang banyak tapi kalbunya miskin. Apa artinya diberi penampilan indah tapi hatinya busuk. Namun tetap, kita membutuhkan kedua-duanya. Lalu, siapa sekarang yang mampu memenuhi semua kebutuhan kita ini, selain ALLOH?!

Anehnya, saat kondisi bangsa seperti ini, orang lebih sibuk untuk pelit daripada bersedekah. Padahal, sungguh ALLOH akan membagikan rizki kepada siapa saja yang dia kehendaki, tanpa batas. Artinya, kalau kita butuh rizki, mintalah kepada ALLOH.

Lihatlah bayi, ketika rasa lapar menghampirinya, ia menangis, dan dapatlah ia rizkinya, berupa ASI. Lain lagi, ketika beranjak besar dan menjadi anak-anak, "Mamah lapar...!". "Ambil sendiri!" Kata Ibunya. "Lho kok sekarang enggak mempan lagi dengan rengekan, apalagi dengan tangisan seperti dulu?!". Kenapa? Sebab ALLOH sudah memberinya ilmu, memberi umur, memberi kekuatan, dan memberi pengalaman supaya dia ketemu dengan jatah rizkinya. Yang pasti, semua makhluk yang ALLOH ciptakan sudah lengkap rizkinya.

Ah, Sahabat. Lihat saja rizki seekor anak burung elang. Ibunya pagi-pagi sudah terbang mencari makanan untuk dia dan anak-anaknya. Dengan ketajaman sorot matanya, sebentar saja terbang, sekelebat kemudian menukik menyergap seekor ulat di dahan pohon, dan kemudian ia kembali terbang menuju sarang, menemui anaknya yang memang belum bisa terbang. Maka bertemulah si anak elang ini dengan rizkinya berupa seekor ulat. Atau kita lihat rizki semut, silahkan sembunyikan sepotong kue di dalam laci yang tidak diketahui oleh ayah, ibu, dan juga adik, dikunci pula lacinya. Jangan kaget kalau semut tahu, kenapa? Karena ALLOH-lah yang memberi tahu, melalui syaraf penciumannya yang memang begitu tajam.

Dikisahkan pada suatu ketika ada seorang ulama yang ingin membuktikan, benar tidak sih ALLOH itu Maha Penjamin Rizki, Maha Mencukupi segala kebutuhan. "Ya ALLOH bukan diri ini tidak yakin kepada-Mu, tapi ya ALLOH saya ingin tahu bagaimana Engkau menjamin rizki hamba-hamba-Nya. Saya yakin kepadamu, tapi kalau Engkau tunjukkan jaminan-Mu, saya akan lebih yakin lagi kepada-Mu. Sungguh saya tidak niat meragukan-Mu. Saya mau pergi ke hutan, dan saya ingin membuktikan apakah Engkau masih menjamin rizki saya di belantara hutan sana". Demikian gumamnya dalam hati.

Dia pun pergi menyusuri lebatnya belantara hutan, setelah beberapa jam, sampailah ia di tengah hutan yang jauh kesana-kemari, perutnya mulai terasa lapar dan bibirnya pun sudah mulai terasa kering, tapi masih dapat ia tahan. Tidak dinyana, jauh di kerimbunan pohon dan semak-semak, terlihat ada sekelompok pendaki gunung yang kalau tidak menghindar pasti akan berpapasan perjalanan dengannya. Segera bersembunyilah ia ke semak-semak. Baru saja masuk ke semak-semak, hujan turun dengan derasnya sehingga memaksa ia masuk lari ke gua yang ada tepat di bawah tebing di samping tempat persembunyiannya. Larilah si ulama ini ke sana. Ternyata para pendaki pun berlari mencari perlindungannya ke gua yang sama.

"Wah, gawat nih, kalau begini harus pura-pura pingsan" Bisik si ulama. Pura-pura pingsanlah si ulama itu. "Wah ada orang pingsan, nih." Para pendaki yang menemukan si ulama yang sedang pingsan di gua sangat kaget, dengan sigap mereka siap-siap memberikan pertolongan.

"Jangan-jangan dia kelaparan, coba periksa mulut dan perutnya". "Kalau begitu, mulut saya mau saya tutup" Bisik si ulama dalam hati. Maka, dengan sekuat tenaga si ulama ini pun berusaha mengatupkan mulutnya.

"Iya nih, mulutnya sampai susah dibuka, mari kita coba buka paksa. Siapkan air dan makanan untuknya" Kata para pendaki itu. Maka, dipaksalah si ulama itu untuk bisa minum beberapa teguk air dan mengunyah beberapa potong roti, allahuakbar. Sungguh terlalu bodoh kalau kita ini tidak yakin dengan jaminan ALLOH.

Nah, Sahabat. Adapun jikalau ingin terjamin rizki, ALLOH telah menjanjikannya."Wamayawakkal allah fahua hasbu". [Q.S. At Thalaq (65):3].

Dan barangsiapa yang hatinya bulat, tanpa celah, tanpa ada retak, tanpa ada lubang sedikit pun. Bulat, total, penuh, hatinya hanya kepada ALLOH, bakal dicukupi segala kebutuhannya, subhanallah.

Karenanya beruntunglah bagi siapapun yang bersungguh-sungguh tujuan hidupnya hanya kepada ALLOH, karena selain ALLOH terlalu kecil untuk menjadi cita-cita, terlalu kecil untuk menjadi tujuan. Hanya ALLOH-lah tujuan dari segalanya. Hanya ALLOH-lah penjamin rizki setiap hamba-Nya.